T Y A

T Y A

Kamis, 07 April 2011

aku ingin menulis ..

Tak terasa waktu sepekan hanya di isi dengan bermalas malasan.seprtinya diri ini semakin bodoh saja.malas ber4pikir lagi,jari tanga ini pun mulai tersa kaku.otak ini seperti buntu kehilangan feel untuk menulis lagi.
“setan malas”ini terus menggelayuti otakku membuat saya malas berpikir lagi dan menulis.bisa di bayangkan saja saat saya membuka booknote bukan hanya 1,2 tulisan yang belum terselesaikan.7 tulisan yang selama sepekan ini takl ada satupun yang selesai.semua masih sepenggal paragraf.bahkan ada yang hanya judulnya saja .
Kemalasan ini semakin menjadi jadi bila hati ini tak berusaha untuk menggerakkan,tulisan itu saya tinggalkan begitu saja tanpa ending dan kembali bersantai.
Lalu memuat saya berpikir prihal apa yang membuat tuliosan saya tak kunjung progres.melihat sekeliling sayaseperti memusuhi saya,bertolak belakang dengan apa yang saya inginkan.belum lagi problema kehidupan yang datang silih berganti tanpa henti.bertubi tubi derita ini di rasakan.
Diri ini semakin hari makin rapuh dan hati mulai melemah.bukan hanya sekali air mata ini menetes tapi setiap malam.hampir.mengahadapi problema kehidupan ini yang tak henti hentinya berkunjung bukanlah suatu hal yang mudah.saya sendiri bersama orang-orang yang memusuhi saya.tapi hati ini mencoba untuk ikhlas menerima semua yang sudah di gariskan tuhan(Allah swt).karena hanya dirinyalah yang tak pernag mengeluh mend3engar semau jerit tangisanku.tanpanya mungkin saya tak mungkin bisa bertahan.karena hanya padanya saya bersrah pasrah.
Rasanya sudah cukup sumua masalah ini membuat saya terpuruk,cengeng dan lemah tanpa daya.sudah cukup pula membuat saya berhenti menulis.memanglah benar yang namnya hidup itu tak pernah lepas dari masalah,belum sempurna pula tanpa adanya musuh.tapi semua itu tergantung kita menyiasati hidup ini. Menjadikan masalah sebagai ujian untuk melatih kesabaran dan tentunya denga ikhtiar dan terus bedoa.dan menjadika musuh sebagai cerminah untuk lebih baik.
Mungkin saya hanya bisa mengluh setiap kali kesusahan mnulis.dan tak lain tempat saya bersandar adalah kakak saya.saya mersa feel saya muncul saat sheering dengannya,jauh dari itu saya tetap saja buntu.saya juga samapi lupa untuk belajar dengan ikhlas.yang hakikatnya itu adalah tuntutan dan tanggung jawab.semakin rindu pada diri sendiri yang sekarang muali lenyap karena hanya bisa bergantung pada orang lain.
Keterpurukan yang saya rasakan ini bukan hanya saya yang murugi,tetapai orang orang di sekeliling saya.menjadikan mereka semua sebagai pelampiasan.kasarnya.
Semua berjalan tak berdasarkan hati dan pikiran sehat,tetapi hawa nafsu amarah.sapaan hangat mereka saya anggap tak pernah ada,senyuman manis itu tak berarti bagai debu tertiup angin.hilang,lenyap.
Semakin lama semaua di butakan olaeh hawa nafsu.hati kecilpuntertutup dendam.diri ini lenyap di telan kemarahaan membuat saya mlupan menulis.
Apa yang saya lihat,baca,dengar dan rasa seakan tak bisa selaras dengan tulisan.saya berontak “saya butuh inspirasi..!!”bodoh dalam benak saya.padahal semua bisa menjadi inspirasi bila kita memandangnya dengan hati dan pikiran sehat.tapi sayangnnya saya masih saja hanya bisa m,engeluh dan mengeluh.alhasil tulisan hanya menjadi ratapan usang.
Saya mencoba untuk memulainya kembali dengan sabar.membuka kembali catatan yang lalu dan kembali menulis.menggunkan waktu se-efisien mungkin,singkatnya tidak menyianyiakan waktu.begitu.
Johan wolfgang von goethe pernah menuliskan pada quote of the day yang berisi “ apa yang tidak dimulai hari ini,maka tidak akan selesai esok”.
Untuk orang orang yang saya cintai,maaf bila diri ini salah bertingkah,saya khilaf dan menyadari itu dan tek seharusnya kalian menjadi bagian dari masalhku.menjadikan kalian sebagai pelampiasan amarahku membuat saya sadar.(manusia memanglah bukan makhluk yang sempurna yang tak pernah luput dari dosa dan khilaf).semoga kata maaf ini bisa mewakili saya .
Terimakasih atas titah yang kalian berikan pada saya ,.
Siti aminah al hadad
24-02-20011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar